Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, perkenalkan saya Sabila Eka Septi dari Pascasarjana, Pendidikan IPA, Universitas Jambi. Di sini saya akan mereview sedikit tentang Quantum Learning.
Apa itu Quantum Learning?
Quantum
Learning merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode
Freire dan Lozanov. Quantum learning mengutamakan percepatan belajar
dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam
kondisi penguasaan diri. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak
kiri menjadi ciri khas quantum learning. Quantum learning juga merupakan salah
satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa,
melatih siswa untuk mampu berpikir kritis dan kreatif, serta dapat meningkatkan
kualitas diri dari siswa itu sendiri.
Aspek-Aspek Quantum Learning
Menurut DePoter dan Hernacki (2011), terdapat beberapa
aspek yang harus ada di dalam model pembelajaran quantum learning, antara lain
yaitu sebagai berikut:
a. AMBAK (Apa Manfaat Bagi Ku)
Segala sesuatu yang diinginkan pelajar harus
menjanjikan manfaat bagi pelajar tidak akan termotivasi melakukannya. Motivasi
ini di sebut sebagai AMBAK. Menemukan AMBAK sama dengan menemukan minat dalam
sebuah hal yang dipelajari, dengan menghubungkan ke dalam dunia nyata. Jadi
konsep AMBAK dapat diartikan sebagai motivasi yang di dapat dari pemilihan
secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari suatu keputusan. Sebelum
pembelajaran berlangsung siswa diberikan gambaran tentang manfaat dan hasil
belajar bagi siswa dalam implementasinya dalam kehidupan sehari-hari maupun
keuntungan di masa yang akan datang.
b. Penataan lingkungan belajar
Cara menata perabotan, cahaya dan bantuan visual di
dinding, dan papan iklan, semua merupakan kunci bagi siswa yang menerapkan
Quantum Learning untuk menciptakan lingkungan dengan baik, akan menjadi sarana
yang dilakukan dengan baik dan bernilai dalam membangun dan mempertahankan
sikap positif. Pengaturan lingkungan belajar ini sebagai langkah awal yang
efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh. Setiap individu
memiliki kesenangan yang berbeda dalam menentukan lingkungan belajar. Akan tetapi
individu yang dapat berinteraksi dengan lingkungan semakin mudah dalam
mempelajari informasi-informasi baru, karena dapat memperbanyak memori tentang
lingkungan sekitar, sehingga dapat digunakan untuk berinteraksi pada perubahan
lingkungan selanjutnya.
c. Musik
Musik juga dapat dipergunakan untuk membantu di dalam
belajar siswa yang suka mendengarkan musik untuk mengombinasikan pendengaran
dalam belajar. Para siswa mengungkapkan bahwa stimulus-stimulus dari alunan
musik ini membuat puas, walaupun mereka tidak sungguh-sungguh mendengarkannya.
Musik sangat penting dalam Quantum Learning, karena sebenarnya musik
berhubungan dan mempengaruhi kondisi psikologis. Selama melakukan pekerjaan
mental yang berat, tekanan darah dan denyut jantung cenderung meningkat.
Gelombang otot meningkat, otot menjadi tegang, selama relaksasi dan meditasi,
denyut jantung dan tekanan darah menurun, dan anda benar-benar relaks, dan
sulit relaks ketika anda berkonsentrasi.
d. Sikap positif terhadap kegagalan
Aset berharga dalam proses belajar menurut quantum
learning adalah sikap positif. Kalau individu memiliki harapan yang tinggi
terhadap dirinya, harga diri yang tinggi. Cara setiap individu dalam memandang
masalah adalah sebuah hal penting dalam pembelajaran, biasanya kegagalan akan
membuat individu merasa akan merasa bodoh, sedih, dan berhenti dalam upaya
pencapaian tujuan. Sebenarnya di balik sebuah kegagalan ada informasi-informasi
yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Untuk menekankan sikap positif
pada setiap individu maka dibutuhkan umpan balik dari kita, bahwa setiap hal
yang berhasil maka di dalamnya selalu didahului kegagalan kecil.
Prinsip Quantum Learning
Ada lima prinsip yang dikembangkan (Bobby DePorter,
2002) dalam pembelajaran kuantum. Kelima prinsip tersebut adalah:
- Segala berbicara, maksudnya semua lingkungan
kelas harus ditata sedemikian rupa sehingga memberikan pesan belajar bagi
siswa.
- Segala bertujuan, ini mengandung arti bahwa
segala yang dilakukan dalam pembelajaran harus memiliki tujuan yang jelas
dan terkontrol.
- Pengalaman sebelum pemberian nama, maksudnya
sebelum siswa menamai sesuatu sebaiknya siswa mengalami terlebih dulu
sehingga memiliki pengalaman informasi yang berhubungan dengan pemberian
nama tersebut.
- Mengakui segala usaha, artinya segala usaha
belajar siswa harus memperoleh pengakuan dan penghargaan dai guru dan
siswa lain sehingga siswa selalu berani untuk menuju pembelajaran
selanjutnya.
- Merayakan keberhasilan, artinya, setiap usaha dan
hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran harus dirayakan sehingga
siswa termotivasi untuk maju dan meningkatkan hasil belajarnya.
Prinsip Dasar Quantum Learning
Inilah prinsip dasar yang menjadikan sebuah aktivitas
pengajaran disebut sebagai Quantum Learning:
- Mengetahui secara sadar bahwa apapun yang akan
disampaikan bisa berpengaruh pada pembelajaran. Mulai dari bahasa tubuh
guru hingga kondisi/lingkungan belajar, pengaturan tempat duduk, lembar
kerja yang diserahkan kepada murid sampai strategi pembelajaran.
- Mengetahui dengan sadar bahwa setiap pembelajaran
pasti memiliki tujuan.
- Bersikap secara sadar bahwa pengalaman adalah
proses pembelajaran yang mendahului teori. Aktivitas pembelajaran efektif
akan terjadi bila siswa sudah mendapatkan informasi terlebih dahulu
sebelum mereka mendapatkan hakikat apa yang sudah dipelajari.
- Mengakui secara sadar bahwa dalam mendapatkan
ilmu pasti ada sebuah upaya/kerja keras. Setiap memperoleh ilmu pasti ada
sesuatu yang harus dikorbankan. Entah itu waktu, tenaga atau bahkan uang.
- Sesuatu yang berat untuk didapatkan, harus lebih
dihargai. Setiap keberhasilan sedikit apapun harus dihargai dan dirayakan.
Kelebihan dan Kekurangan Quantum
Learning
Pernyataan tentang hal ini diambil berdasarkan pada bukunya Bobbi DePorter
& Mike Hernacki (2011:18-19).
Kelebihan Quantum Learning
- Dalam implementasinya quantum learning lebih
berfokus pada interaksi yang berkualitas dan bermakna.
- Quantum learning sangat memfokuskan pada
akselerasi pembelajaran yang tinggi dengan presentasi kesuksesan yang
tinggi pula.
- Pembelajaran ini berpokok pada kenaturalan dalam
pembelajaran, bukan hal yang dibuat buat.
- Dalam prakteknya pembelajaran ini berpokok pada
menjaga kualitas dari suatu pembelajaran.
- Perhatian dalam mengembangkan keahlian akademis,
prestasi sangat diutamakan.
- Pembelajaran ini sangat menghargai perbedaan dan
kebebasan, bahkan kurang mengakomodasi keteraturan dan keseragaman.
- Nilai atau apa yang dipercayai siswa merupakan
hal yang utama dan sangat dipentingkan dalam aktivitas pembelajaran.
Kelemahan
- Harus tersedia pengalaman yang riil dalam
pembelajaran
- Proses pembelajaran menelan waktu yang tidak
sedikit, karena siswa harus memiliki motivasi belajar terlebih dahulu.
- Guru cenderung kurang bisa memahami dan
menganalisis keahlian siswa.
Adapun sintaks dari metode quantum learning yaitu:
- Penataan lingkungan belajar.
- Kekuatan ambak,
dimana siswa berlatih
untuk membaca dan
melatih kekuatan memori anak.
- Guru memberikan semangat dan
dorongan pada siswa untuk belajar.
- Guru menjelaskan tujuan belajar.
- Siswa dibagi dalam kelompok kecil.
- Siswa mengerjakan tugas dari guru
dan berdiskusi dengan kelompok
- Siswa mencatat setiap kegiatan
pembelajaran yang mereka alami dengan gaya belajarnya sendiri
- Siswa mendemonstrasikan pekerjaan
kelompok masing-masing. Di
ulangi sampai semua kelompok selesai mendemonstrasikan pekerjaan siswa.
- Guru memberikan reward pada siapa saja yang sudah maju di depan kelas berupa tepuk tangan dan memberikan bintang.

No comments:
Post a Comment