Friday, 22 September 2023

QUANTUM LEARNING

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, perkenalkan saya Sabila Eka Septi dari Pascasarjana, Pendidikan IPA, Universitas Jambi. Di sini saya akan mereview sedikit tentang Quantum Learning.



Apa itu Quantum Learning?

Quantum Learning merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov. Quantum learning mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas quantum learning. Quantum learning juga merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, melatih siswa untuk mampu berpikir kritis dan kreatif, serta dapat meningkatkan kualitas diri dari siswa itu sendiri.


Aspek-Aspek Quantum Learning 

Menurut DePoter dan Hernacki (2011), terdapat beberapa aspek yang harus ada di dalam model pembelajaran quantum learning, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. AMBAK (Apa Manfaat Bagi Ku) 

Segala sesuatu yang diinginkan pelajar harus menjanjikan manfaat bagi pelajar tidak akan termotivasi melakukannya. Motivasi ini di sebut sebagai AMBAK. Menemukan AMBAK sama dengan menemukan minat dalam sebuah hal yang dipelajari, dengan menghubungkan ke dalam dunia nyata. Jadi konsep AMBAK dapat diartikan sebagai motivasi yang di dapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari suatu keputusan. Sebelum pembelajaran berlangsung siswa diberikan gambaran tentang manfaat dan hasil belajar bagi siswa dalam implementasinya dalam kehidupan sehari-hari maupun keuntungan di masa yang akan datang.

b. Penataan lingkungan belajar 

Cara menata perabotan, cahaya dan bantuan visual di dinding, dan papan iklan, semua merupakan kunci bagi siswa yang menerapkan Quantum Learning untuk menciptakan lingkungan dengan baik, akan menjadi sarana yang dilakukan dengan baik dan bernilai dalam membangun dan mempertahankan sikap positif. Pengaturan lingkungan belajar ini sebagai langkah awal yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh. Setiap individu memiliki kesenangan yang berbeda dalam menentukan lingkungan belajar. Akan tetapi individu yang dapat berinteraksi dengan lingkungan semakin mudah dalam mempelajari informasi-informasi baru, karena dapat memperbanyak memori tentang lingkungan sekitar, sehingga dapat digunakan untuk berinteraksi pada perubahan lingkungan selanjutnya.

c. Musik 

Musik juga dapat dipergunakan untuk membantu di dalam belajar siswa yang suka mendengarkan musik untuk mengombinasikan pendengaran dalam belajar. Para siswa mengungkapkan bahwa stimulus-stimulus dari alunan musik ini membuat puas, walaupun mereka tidak sungguh-sungguh mendengarkannya. Musik sangat penting dalam Quantum Learning, karena sebenarnya musik berhubungan dan mempengaruhi kondisi psikologis. Selama melakukan pekerjaan mental yang berat, tekanan darah dan denyut jantung cenderung meningkat. Gelombang otot meningkat, otot menjadi tegang, selama relaksasi dan meditasi, denyut jantung dan tekanan darah menurun, dan anda benar-benar relaks, dan sulit relaks ketika anda berkonsentrasi.

d. Sikap positif terhadap kegagalan 

Aset berharga dalam proses belajar menurut quantum learning adalah sikap positif. Kalau individu memiliki harapan yang tinggi terhadap dirinya, harga diri yang tinggi. Cara setiap individu dalam memandang masalah adalah sebuah hal penting dalam pembelajaran, biasanya kegagalan akan membuat individu merasa akan merasa bodoh, sedih, dan berhenti dalam upaya pencapaian tujuan. Sebenarnya di balik sebuah kegagalan ada informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Untuk menekankan sikap positif pada setiap individu maka dibutuhkan umpan balik dari kita, bahwa setiap hal yang berhasil maka di dalamnya selalu didahului kegagalan kecil.


Prinsip Quantum Learning

Ada lima prinsip yang dikembangkan (Bobby DePorter, 2002) dalam pembelajaran kuantum. Kelima prinsip tersebut adalah:

  1. Segala berbicara, maksudnya semua lingkungan kelas harus ditata sedemikian rupa sehingga memberikan pesan belajar bagi siswa.
  2. Segala bertujuan, ini mengandung arti bahwa segala yang dilakukan dalam pembelajaran harus memiliki tujuan yang jelas dan terkontrol.
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama, maksudnya sebelum siswa menamai sesuatu sebaiknya siswa mengalami terlebih dulu sehingga memiliki pengalaman informasi yang berhubungan dengan pemberian nama tersebut.
  4. Mengakui segala usaha, artinya segala usaha belajar siswa harus memperoleh pengakuan dan penghargaan dai guru dan siswa lain sehingga siswa selalu berani untuk menuju pembelajaran selanjutnya.
  5. Merayakan keberhasilan, artinya, setiap usaha dan hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran harus dirayakan sehingga siswa termotivasi untuk maju dan meningkatkan hasil belajarnya.


Prinsip Dasar Quantum Learning

Inilah prinsip dasar yang menjadikan sebuah aktivitas pengajaran disebut sebagai Quantum Learning:

  • Mengetahui secara sadar bahwa apapun yang akan disampaikan bisa berpengaruh pada pembelajaran. Mulai dari bahasa tubuh guru hingga kondisi/lingkungan belajar, pengaturan tempat duduk, lembar kerja yang diserahkan kepada murid sampai strategi pembelajaran.
  • Mengetahui dengan sadar bahwa setiap pembelajaran pasti memiliki tujuan.
  • Bersikap secara sadar bahwa pengalaman adalah proses pembelajaran yang mendahului teori. Aktivitas pembelajaran efektif akan terjadi bila siswa sudah mendapatkan informasi terlebih dahulu sebelum mereka mendapatkan hakikat apa yang sudah dipelajari.
  • Mengakui secara sadar bahwa dalam mendapatkan ilmu pasti ada sebuah upaya/kerja keras. Setiap memperoleh ilmu pasti ada sesuatu yang harus dikorbankan. Entah itu waktu, tenaga atau bahkan uang.
  • Sesuatu yang berat untuk didapatkan, harus lebih dihargai. Setiap keberhasilan sedikit apapun harus dihargai dan dirayakan.

Kelebihan dan Kekurangan Quantum Learning

Pernyataan tentang hal ini diambil berdasarkan pada bukunya Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:18-19).

Kelebihan Quantum Learning

  • Dalam implementasinya quantum learning lebih berfokus pada interaksi yang berkualitas dan bermakna.
  • Quantum learning sangat memfokuskan pada akselerasi pembelajaran yang tinggi dengan presentasi kesuksesan yang tinggi pula.
  • Pembelajaran ini berpokok pada kenaturalan dalam pembelajaran, bukan hal yang dibuat buat.
  • Dalam prakteknya pembelajaran ini berpokok pada menjaga kualitas dari suatu pembelajaran.
  • Perhatian dalam mengembangkan keahlian akademis, prestasi sangat diutamakan.
  • Pembelajaran ini sangat menghargai perbedaan dan kebebasan, bahkan kurang mengakomodasi keteraturan dan keseragaman.
  • Nilai atau apa yang dipercayai siswa merupakan hal yang utama dan sangat dipentingkan dalam aktivitas pembelajaran.

Kelemahan Quantum Learning

  • Harus tersedia pengalaman yang riil dalam pembelajaran
  • Proses pembelajaran menelan waktu yang tidak sedikit, karena siswa harus memiliki motivasi belajar terlebih dahulu.
  • Guru cenderung kurang bisa memahami dan menganalisis keahlian siswa.

 Adapun  sintaks  dari  metode quantum  learning yaitu:

  1. Penataan lingkungan belajar.
  2. Kekuatan  ambak,  dimana  siswa  berlatih  untuk  membaca  dan  melatih kekuatan memori anak.
  3. Guru memberikan semangat dan dorongan pada siswa untuk belajar.
  4. Guru menjelaskan tujuan belajar.
  5. Siswa dibagi dalam kelompok kecil.
  6. Siswa mengerjakan tugas dari guru dan berdiskusi dengan kelompok
  7. Siswa mencatat setiap kegiatan pembelajaran yang mereka alami dengan gaya belajarnya sendiri
  8. Siswa  mendemonstrasikan  pekerjaan  kelompok  masing-masing.  Di  ulangi sampai semua kelompok selesai mendemonstrasikan pekerjaan siswa.
  9. Guru memberikan reward pada siapa saja yang sudah maju di depan kelas berupa tepuk tangan dan memberikan bintang.
Hanya itu yang dapat saya review, semoga bermanfaat. Terimakasih, Wassalamualaikum.

No comments:

Post a Comment